Midtown Hotels Indonesia menerima 19 mahasiswa PERHUMAS Muda Surabaya Raya dalam program company visit di Midtown Residence Surabaya, untuk mempelajari strategi kehumasan dan manajemen krisis.
Corporate Public Relations Midtown Hotels Indonesia Kus Andi menjelaskan setiap lini hotel dalam jaringan tersebut memiliki identitas berbeda sehingga penyusunan narasi harus disesuaikan dengan karakter masing-masing jenama.
“Narasi harus selaras dengan identitas jenama agar membangun reputasi jangka panjang,” kata Kus Andi dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.
Ia menambahkan perbedaan platform media juga mempengaruhi pendekatan komunikasi yang digunakan perusahaan.
Narasi di media massa, kata dia, cenderung menekankan informasi resmi seperti ESG dan berita korporasi, sedangkan media sosial membutuhkan storytelling dan interaktivitas.
“Pendekatannya harus relevan dan mencerminkan pengalaman guest-centric,” ucapnya.
Selain itu, Kus Andi menekankan pentingnya kesiapan menghadapi krisis komunikasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pihaknya menyiapkan standar operasional prosedur (SOP), pelatihan berkala, serta simulasi sebagai langkah pra-krisis.
“Saat krisis, respon cepat dan satu juru bicara menjadi kunci,” tuturnya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa diajak memposisikan diri sebagai praktisi public relations yang menangani krisis.
Perwakilan mahasiswa menilai praktik tersebut memberikan gambaran nyata dunia kehumasan.
“Manajemen krisis membutuhkan perencanaan matang dan kesiapan menghadapi situasi nyata,” kata Jessica dari Universitas Dr.Soetomo Surabaya dan Evlen serta Zada dari UNAIR.
Sumber: ANTARA News