BPC Perhumas Bogor Dorong Penguatan Kapasitas, Kolaborasi, & Literasi Kehumasan

BPC Perhumas Bogor Dorong Penguatan Kapasitas, Kolaborasi, & Literasi Kehumasan

BOGOR, 7 Februari 2026 – Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Bogor menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan kapasitas, kolaborasi, dan literasi kehumasan dalam periode kepemimpinan ke depan. Komitmen tersebut disampaikan Ketua BPC Perhumas Bogor, Rio Fatahillah Chita Putra dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus BPC Perhumas Bogor periode 2026 – 2029 dan pengurus Perhumas Muda Bogor periode 2026 – 2027 di Kampus IPB Baranangsiang, Sabtu (7/2/2026).

Ketua BPC Perhumas Bogor periode 2026 -2029, Rio Fatahillah Chita Putra secara resmi dilantik oleh Wakil Ketua Umum BPP Perhumas, Dian Agustine Nuriman, menggantikan Ketua sebelumnya, Mariana Rista Ananda Siregar. Sementara itu Rifdah Nadhifah dilantik menjadi Ketua Perhumas Muda Bogor periode 2026 -2027.

Kegiatan diisi materi terkait kehumasan yang disampaikan Dewan Penasihat BPC Perhumas Bogor, Ibu Yatri Indah Kusumastuti dan Ketua Perhumas Muda Bandung Periode 2017-2019, Rianto.

Ketua BPC Perhumas Bogor, Rio Fatahillah Chita Putra menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi selama tiga tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa berbagai fondasi dan program baik yang telah diletakkan oleh kepengurusan sebelumnya akan dilanjutkan dan diperkuat agar semakin berdampak bagi anggota, institusi, dan masyarakat.

“Terdapat tiga fokus utama yang akan kami jalankan, yaitu penguatan kapasitas dan kompetensi pengurus BPC, Perhumas Muda, serta anggota. Peningkatan kolaborasi dengan berbagai mitra industri, dan partisipasi aktif dalam peningkatan literasi masyarakat terkait kehumasan dan penggunaan media,” jelas Rio.

Rio juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga semangat kebersamaan, integritas, dan profesionalisme dalam setiap langkah organisasi. Ia berharap, kepengurusan ini dapat memberikan kontribusi positif dan membawa BPC Perhumas Bogor semakin maju serta berperan aktif dalam penguatan kualitas komunikasi publik di daerah.

Wakil Ketua Umum BPP Perhumas, Dian Agustine Nuriman menyampaikan, Bogor memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya sebagai wilayah penyangga ibukota, tetapi juga sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, riset, pertanian, lingkungan hidup, dan komunitas kreatif. Potensi ini menjadikan Bogor sebagai laboratorium komunikasi publik yang sangat penting bagi Indonesia.

“BPC Perhumas Bogor diharapkan mampu menjadi simpul kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media, sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan kaderisasi bagi praktisi humas lintas generasi,” kata Dian.

Lebih lanjut Dian memaparkan, Perhumas telah merumuskan Rekomendasi Strategis Perhumas 2025 sebagai panduan bagi insan kehumasan di Indonesia. Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya penguatan narasi berbasis nilai, pengelolaan reputasi dan keberlanjutan, transformasi digital yang beretika, penguatan kapasitas dan regenerasi insan humas, serta kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

“Di tengah percepatan teknologi dan kompleksitas informasi, kepercayaan publik dan transformasi yang beretika harus menjadi pondasi utama profesi humas,” tegas Dian.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus BPC Perhumas Bogor periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Menurutnya, fondasi yang telah dibangun menjadi modal penting bagi penguatan Perhumas Bogor ke depan.

“Saya optimis, bahwa dengan kepengurusan yang baru, semangat kolaborasi, dan komitmen bersama, BPC Perhumas Bogor mampu mengambil peran yang lebih besar dalam memperkuat kualitas komunikasi publik dan reputasi institusi di wilayah Bogor,” ujar Wakil Ketua Umum BPP Perhumas, Dian Agustine Nuriman .

Sementara itu, Ketua Perhumas Muda Bogor periode 2026 -2029, Rifdah Nadhifah menegaskan komitmen jajarannya untuk memperkuat kolaborasi dan menjalankan program-program peningkatan kapasitas kehumasan. Ke depan Perhumas Muda Bogor akan aktif berkolaborasi dengan BPC Perhumas Bogor dalam menyusun dan melaksanakan berbagai program kerja.

“Program-program tersebut tidak hanya diarahkan untuk kegiatan eksternal, tetapi juga difokuskan pada peningkatan kapasitas pengurus secara internal,” tandas Rifdah.

Rifdah menambahkan, Perhumas Muda Bogor menargetkan penyelenggaraan program peningkatan kapasitas kehumasan secara rutin, minimal satu kali setiap bulan. Program tersebut akan terbuka bagi mahasiswa dari program studi komunikasi maupun non-komunikasi, dengan materi mencakup berbagai tools kehumasan, termasuk pengenalan dan pemanfaatan AMEC.

“Saya berharap, Perhumas Muda Bogor memiliki bekal yang kuat ketika menyelesaikan masa kepengurusan, sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia public relations atau kehumasan,” pungkasnya.

Sumber: Kumparan