Akreditasi BPP Perhumas 2026 : Kepemimpinan Berbasis Nilai & Kepercayaan Publik

Akreditasi BPP Perhumas 2026 : Kepemimpinan Berbasis Nilai & Kepercayaan Publik

Jakarta, 24 Januari 2026 Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) menyelenggarakan Akreditasi Badan Pengurus Pusat (BPP) Perhumas 2026 sebagai upaya strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi dan profesionalisme kepengurusan. Kegiatan ini menegaskan komitmen Perhumas dalam menjaga standar, etika, serta kredibilitas profesi humas di Indonesia.

Acara diawali dengan proses registrasi dan networking, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang mencakup menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Perhumas. Rangkaian awal acara berlangsung khidmat sebagai pengantar seluruh agenda akreditasi yang telah disusun secara sistematis.

Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto, dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting untuk memastikan kualitas, legitimasi, dan akuntabilitas kepengurusan organisasi. Penguatan kepemimpinan yang berbasis nilai dinilai menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan peran Perhumas di tengah dinamika komunikasi publik.

Dalam kesempatan yang sama, Perhumas juga menyelenggarakan syukuran Hari Ulang Tahun Perhumas ke-53 sebagai bentuk refleksi atas perjalanan organisasi yang telah diperingati pada Desember 2025. Agenda syukuran ini menjadi ruang kebersamaan untuk memperkuat soliditas organisasi serta meneguhkan kembali nilai dan integritas kehumasan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah sesi Power Talk yang disampaikan oleh diplomat Indonesia Tantowi Yahya dengan tema Leadership with Purpose: Kepemimpinan Strategis Organisasi Profesi di Era Disrupsi dan Krisis Kepercayaan. Dalam paparannya, ia menyoroti tantangan kepemimpinan di tengah disrupsi informasi dan menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi.

Menurut Tantowi Yahya, kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari jabatan, melainkan dari kemampuan menjaga kepercayaan, konsistensi nilai, serta integritas dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks tersebut, organisasi profesi memiliki peran strategis sebagai penjaga standar etik dan kredibilitas komunikasi publik.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyematan pin akreditasi kepada Badan Pengurus Pusat Perhumas sebagai simbol legitimasi dan tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah organisasi. Melalui kegiatan ini, Perhumas menegaskan perannya sebagai penjaga arah, nilai, dan masa depan profesi humas Indonesia.

Sumber: Kumparan