Sejarah

Pendirian PERHUMAS dimulai ketika salah satu praktisi hubungan masyarakat, Marah Joenoes, menghadiri “Kongres Hubungan Masyarakat Dunia” ke-6 di Jenewa. Almarhum Marah Joenoes sangat antusias untuk mencapai aspirasinya dan secara aktif terlibat dalam berbagai diskusi persiapan untuk mendirikan forum profesi hubungan masyarakat. Pertemuan pertama diadakan di gedung Wisma International Pertamina (sekarang gedung PEPABRI) di Jalan Diponegoro No. 53, Jakarta dihadiri oleh praktisi hubungan masyarakat dari berbagai instansi pemerintah baik sipil maupun militer, Badan Usaha Milik Negara, sektor swasta dan konsultan.

Mereka segera menyetujui pembentukan Organisasi Nasional dan menunjuk tiga orang yaitu Marah Joenoes, Tommy Graciano dan Wisaksono Nuradi untuk merekomendasikan nama organisasi dan menyusun anggaran dasarnya. Didorong oleh kebutuhan akan forum untuk profesi hubungan masyarakat; untuk bertukar pengetahuan guna meningkatkan kualitas praktik hubungan masyarakat di Indonesia, kemudian diputuskan pendirian PERHUMAS. Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia – PERHUMAS (Masyarakat Hubungan Masyarakat Indonesia) adalah organisasi profesional untuk praktisi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi di Indonesia yang didirikan pada tanggal 15 Desember 1972. PERHUMAS secara resmi terdaftar di DEPDAGRI (Departemen Urusan Dalam Negeri) sebagai organisasi nasional untuk hubungan masyarakat di Indonesia dan Asosiasi Hubungan Masyarakat Internasional, IPRA yang berbasis di London. Tujuan PERHUMAS adalah untuk meningkatkan keterampilan profesional, memperluas dan memperdalam pengetahuan, mempromosikan kontak dan pertukaran pengalaman antar anggota dan untuk berkorespondensi dengan organisasi sekutu di dalam dan luar negeri. Untuk mencapai tujuan ini, berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota, seperti penerbitan buletin, buku, dan jurnal telah dibuat. Menyaksikan momen-momen penting dalam sejarah – akumulasi pengalaman selama 34 tahun. PERHUMAS telah menyaksikan kelahiran Federasi Organisasi Hubungan Masyarakat ASEAN (FAPRO) pada tanggal 17 Desember 1977 di Kuala Lumpur. Acara Kongres Hubungan Masyarakat ASEAN di Jakarta pada tahun 1981, dan akhirnya adhesi PERHUMAS ke Forum Tata Kelola Perusahaan di Indonesia (FCGI) pada tahun 2002, perayaan tiga dekade PERHUMAS pada tahun 2002, rapat umum pada tahun 2004, hingga Konvensi Nasional Hubungan Masyarakat di Indonesia pada tahun 2006 yang masih dilakukan hingga hari ini.

PERHUMAS tidak terlalu puas dengan apa yang telah mereka peroleh selama bertahun-tahun. Praktisi profesional hubungan masyarakat harus memiliki tanggung jawab yang adil bagi PERHUMAS untuk terus eksis dalam fungsi organisasi dan perannya dalam meningkatkan kualitas implementasi hubungan masyarakat di Indonesia.

Central Executive Board berbasis di Jakarta dengan cabang hampir di seluruh Indonesia.