PERHUMAS - Acara Sharing Session Perhumas ketiga dilaksanakan di Bank Indonesia (BI), pada hari Rabu (6/8). Acaraini diadakan oleh Humas BI, Perhumas bersama Perhumas Muda dengan tema “Kehumasan di Bank Indonesia”. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB bertempat di gedung Thamrin Bank Indonesia (BI) Ruang Pers lantai 1, Jakarta.
Aman Santosa (Manajer Eksekutif Humas BI) membuka session dengan memberikan gambaran tentang BI dan public relation (PR) . Fungsi PR di BI terbagi menjadi dua konsentrasi yakni internal dan eksternal. “BI memiliki tugas pokok untuk mengelola dan melaksanakan kebijakan moneter, menjaga inflasi, dan mengurus sistem pembayaran. BI sebagai bank sentral yang memiliki 40 kantor yang tersebar di propinsi dan beberapa kota besar, adapun 4 Kantor Perwakilan BI di luar negeri. BI memiliki gedung Humas tersendiri yang di dalamnya terdiri dari
tim eksternal terkait dengan media relations, sosialisasi dengan lembaga publik & parlemen, dan komunitas. Adapun tim internal terkait dengan kegiatan dan tugasnya di internal BI seperti menjaga hubungan antar karyawan yang berjumlah tidak kurang dari 6.000 orang,” ujar Pak Aman dalam pembukaan sharing session yang dihadiri lebih dari 32 peserta.
Agung Laksamana (Sekjen Perhumas) hadir mewakili BPP Perhumas. Beliau menyampaikan apresiasi tertinggi kepada BI atas terselenggaranya acara sharing session Perhumas.dan mengharapkan muncul institusi-institusi lain yang turut serta dalam pengembangan dunia kehumasan ditanah air. Turut hadir pula pengurus serta anggota Perhumas Muda Jakarta yang mayoritas masih berstatus mahasiswa di bidang kehumasan sehingga dapat meningkatkan dan memperdalam kompetensi, skills serta knowledge atas dunia kehumasan yang terus
berkembang baik secara teori dan praktikal dengan bertanya langsung kepada Tim Biro Humas. Acara sharing session di BI juga dihadiri oleh tim Biro Humas Bank Indonesia yang terdiri dari Hestu Wibowo (Senior Manajer Humas), Puji Widodo, Irwan, Naniek Sekarningsih, Karsono, dan Dyah Woelandari. Tim humas dengan seksama menjawab pertanyaan yang diajukan peserta.
Acara sharing session yang diadakan secara rutin oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) Perhumas ini bertujuan semata-mata untuk mendukungprofesionalisme calon praktisi public relations (PR) di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai peserta dari instansi pemerintah, organisasi swasta, dan mahasiswa. Tujuan terselenggaranya acara ini untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang kehumasan serta sebagai input terhadap BI sebagai bank sentral.
Sesi tanya jawab pertama tentang CSR BI yang tidak terdengar di masyarakat dijelaskan oleh Ibu Nani, pakar CSR BI ,”Corporate Social Responsibility (CSR) BI dinamakan Bank Social Responsibility (BSR) karena merupakan suatu kelembagaan Bank Negara yang tentunya berbeda dengan bidang marketing, tidak meraih profit. Oleh sebab itu, wajar saja bila social responsibility BI tidak terlalu terdengar oleh publik. BSR BI merupakan bentuk annual report yang mengarah ke masyarakat seperti sharing knowledge, empati ke masyarakat, atau mengarah ke aspek governance. Setiap tahun bentuk BSR berbeda-beda di lihat dari content-nya.”
Keberhasilan program di BI juga harus diukur setiap tahunnya. “Mengukur keberhasilan program harus ada semacam pemahaman. Tiap tahun dievaluasi melalui pemahaman kepada masyarakat karena produk BI adalah kebijakan sehingga tiap tahun perlu di survey. Seberapa besar pemahaman masyarakat terhadap kebijakan dan hasil survey itu merupakan barometer untuk langkah-langkah dalam pengambilan keputusan untuk tahun berikutnya”, ungkap pak Irwan dari media relations humas BI.
Pak Hestu, Pengamat Ekonomi dan Pasar Keuangan (Moderator Sharing Session), pun memberikan penjelasan mengenai corporate identity, “Brand sangat penting untuk menciptakan kredibilitas dan logo untuk memperkuat kredibilitas sehingga menimbulkan trust di masyarakat. Branding dan Awareness penting sebagai lembaga non-profit, bukan hanya sekedar untuk mencetak uang tetapi juga agar dapat eksis di masyarakat.”